Xabi Alonso dan Taktik yang Bisa Mengubah Wajah Chelsea
KAPAL SPORTS - Xabi Alonso mendapat kepercayaan untuk memimpin Chelsea menuju persaingan level tertinggi setelah periode sulit sejak akuisisi BlueCo pada 2022. Pelatih asal Spanyol itu hadir dengan reputasi kuat usai membawa Bayer Leverkusen menjadi juara Bundesliga tanpa kekalahan.
Chelsea sebelumnya gagal berkembang maksimal bersama Liam Rosenior. Minimnya pengalaman dianggap menjadi salah satu faktor yang membuat proyek klub berjalan tidak stabil.
Xabi Alonso datang dengan rekam jejak berbeda meski usianya hanya terpaut tiga tahun dari Rosenior. Ia pernah membangun ulang Leverkusen dari papan bawah hingga menjadi salah satu tim paling dominan di Eropa.
Pengalaman Alonso di Real Madrid juga memberi pelajaran penting dalam mengelola ruang ganti penuh pemain bintang. Persentase kemenangan 71,4 persen yang ia catat menjadi angka terbaik bagi pelatih Madrid dalam satu dekade terakhir.
Fleksibilitas Formasi Jadi Kekuatan Utama
Xabi Alonso dikenal sebagai pelatih yang tidak terpaku pada satu formasi baku. Ia lebih fokus pada prinsip permainan yang dapat menyesuaikan karakter pemain di dalam skuad.
Saat menangani Real Sociedad B, Alonso beberapa kali memakai pola 4-2-3-1 dan 4-3-3. Namun, formasi 3-4-3 kemudian menjadi identitas kuatnya ketika sukses besar bersama Leverkusen.
Pendekatan itu memungkinkan Chelsea tampil lebih fleksibel saat menghadapi lawan berbeda. Alonso bahkan kerap mengubah sistem dari empat bek menjadi lima bek dalam satu pertandingan.
Di Leverkusen, Jeremie Frimpong dan Alejandro Grimaldo menjadi contoh wing-back agresif yang mendukung skema tersebut. Chelsea memiliki profil serupa lewat Marc Cucurella dan Malo Gusto yang mampu bergerak ke area tengah saat menyerang.
Pressing Tinggi dan Dominasi Bola
Xabi Alonso ingin timnya menguasai bola dalam waktu lama di area lawan. Pola itu dibangun lewat kombinasi umpan pendek dan pergerakan rapat antarpemain.
Ketika kehilangan bola, pemain langsung melakukan tekanan agresif untuk merebut penguasaan kembali. Strategi ini membuat lawan kesulitan keluar dari tekanan dan terus bertahan di area sendiri.
Pendekatan tersebut cocok dengan karakter sejumlah pemain muda Chelsea yang memiliki mobilitas tinggi. Cole Palmer juga berpotensi mendapat peran bebas seperti Florian Wirtz di Leverkusen.
Namun, sistem Alonso memiliki tantangan ketika menghadapi lawan dengan penjagaan satu lawan satu yang agresif. Bayern Munchen dan Atalanta pernah membuat tim Alonso kesulitan mengembangkan permainan.
Usai kalah di final Liga Europa 2024, Alonso mengakui timnya terlalu banyak memainkan umpan pendek di fase awal serangan. Ia lalu mulai mencoba variasi umpan panjang demi mencari solusi baru.

Bosen kalah Terus Ayo Bos ku Di KAPALJUDI Selalu Ada Kemenangan Bergabung Sekarang Juga 1 USER ID UNTUK SEMUA JENIS PERMAINAN.
BANYAK HOT PROMO DI KAPAL JUDI
INFO SELENGKAPNYA :
LINK : CLICK DISINI
WHATSAPP OFFCIAL : CLICK DISINI
TELEGRAM : CLICK DISINI
TWITER : CLICK DISINI
KAPAL JUDI merupakan situs taruhan online yang telah diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai BANDAR BOLA dan menyediakan berbagai jenis game seperti CASINO GAME, SLOT ONLINE, TOGEL ONLINE, FISH dan berbagai permainan kartu yang tidak ada dua-nya alias terbaik. Situs ini juga dikenal sebagai dengan situs dengan pasaran SPORTSBOOK terbaik dan permainan SLOT yang memiliki tingkat akurasi KEMENANGAN atau WINRATE yang sangat tinggi hingga mencapai 98.42%. FREESPIN, SCATTER, WILD CARD dan JOKER semua mudah didapatkan dengan bermain disini.


Komentar
Posting Komentar