Perjalanan Dramatis Timnas Iran ke Piala Dunia: Visa Ditolak Sebagian, Tetap Berangkat ke Amerika
Timnas Iran akhirnya memulai perjalanan menuju Piala Dunia 2026 setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian. Rombongan skuad meninggalkan kamp pelatihan mereka di Antalya, Turki, pada Sabtu sore waktu setempat sebelum terbang menuju Tijuana, Meksiko, yang akan menjadi basis mereka selama turnamen berlangsung.
Keberangkatan tersebut menjadi momen penting bagi Team Melli. Beberapa bulan sebelumnya, partisipasi Iran di ajang yang digelar di Amerika Utara sempat diragukan menyusul konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran serta berbagai persoalan administratif yang muncul menjelang turnamen.
Meski akhirnya dapat berangkat, tantangan belum sepenuhnya berakhir. Sebagian anggota delegasi Iran masih menghadapi masalah visa untuk memasuki Amerika Serikat, tempat mereka akan memainkan dua pertandingan fase grup.
Ketidakpastian Visa Mengiringi Keberangkatan
Sepanjang pekan terakhir di Antalya, skuad Iran menunggu kepastian terkait visa Amerika Serikat. Sebelumnya mereka telah memperoleh izin masuk ke Meksiko, tapi masih harus menunggu keputusan akhir dari otoritas AS.
Kabar yang diterima pada Jumat malam membawa kelegaan sekaligus kekecewaan. Para pemain, pelatih kepala Amir Ghalenoei, dan sejumlah staf pelatih memperoleh visa. Namun, 13 anggota rombongan lainnya, termasuk beberapa analis, pejabat federasi, dan petugas media, belum mendapatkan izin yang sama.
Situasi tersebut membuat hanya sebagian anggota delegasi yang merasa aman terkait perjalanan mereka ke Amerika Serikat untuk menghadapi pertandingan Grup G melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Pemerintah AS melalui seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa staf pendukung yang dianggap diperlukan telah diberikan visa. Namun, pernyataan resmi tersebut juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan sistem visa disalahgunakan untuk memasukkan pihak yang dianggap berpotensi mengancam keamanan.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) kemudian mendesak FIFA untuk turun tangan. Dalam pernyataannya, FFIRI menegaskan FIFA memiliki tanggung jawab untuk membantu memastikan seluruh staf yang dibutuhkan tim mendapatkan akses hingga persoalan tersebut benar-benar selesai
Sepanjang pekan terakhir di Antalya, skuad Iran menunggu kepastian terkait visa Amerika Serikat. Sebelumnya mereka telah memperoleh izin masuk ke Meksiko, tapi masih harus menunggu keputusan akhir dari otoritas AS.
Kabar yang diterima pada Jumat malam membawa kelegaan sekaligus kekecewaan. Para pemain, pelatih kepala Amir Ghalenoei, dan sejumlah staf pelatih memperoleh visa. Namun, 13 anggota rombongan lainnya, termasuk beberapa analis, pejabat federasi, dan petugas media, belum mendapatkan izin yang sama.
Situasi tersebut membuat hanya sebagian anggota delegasi yang merasa aman terkait perjalanan mereka ke Amerika Serikat untuk menghadapi pertandingan Grup G melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.
Pemerintah AS melalui seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa staf pendukung yang dianggap diperlukan telah diberikan visa. Namun, pernyataan resmi tersebut juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan sistem visa disalahgunakan untuk memasukkan pihak yang dianggap berpotensi mengancam keamanan.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) kemudian mendesak FIFA untuk turun tangan. Dalam pernyataannya, FFIRI menegaskan FIFA memiliki tanggung jawab untuk membantu memastikan seluruh staf yang dibutuhkan tim mendapatkan akses hingga persoalan tersebut benar-benar selesai
Antalya Menjadi Tempat Berlindung dari Tekanan
Selama persiapan menuju Piala Dunia, Iran bermarkas di Hotel Mardan Palace, sebuah kompleks mewah di pesisir Mediterania yang menawarkan suasana jauh berbeda dibanding tekanan yang mereka hadapi di tanah air.
Di sana para pemain menjalani rutinitas yang relatif normal. Mereka berlatih setiap hari, menikmati fasilitas hotel, hingga menonton film bersama di bioskop hotel.
Salah satu tayangan yang menarik perhatian adalah dokumenter mengenai keberhasilan Irak menjuarai Piala Asia 2007. Setelah pemutaran film tersebut, Amir Ghalenoei meminta para pemain menjadikannya inspirasi tentang pentingnya persatuan dalam menghadapi situasi sulit.
Ghalenoei sendiri merupakan sosok istimewa bagi sepak bola Iran. Ia menjadi pelatih lokal pertama yang memimpin Iran di Piala Dunia setelah empat edisi sebelumnya ditangani pelatih asing.
Meski menerapkan sesi latihan intensif, suasana di dalam skuad tetap santai. Para pemain berusaha menjaga fokus mereka hanya pada sepak bola dan menjauh dari berbagai persoalan di luar lapangan.
Selama persiapan menuju Piala Dunia, Iran bermarkas di Hotel Mardan Palace, sebuah kompleks mewah di pesisir Mediterania yang menawarkan suasana jauh berbeda dibanding tekanan yang mereka hadapi di tanah air.
Di sana para pemain menjalani rutinitas yang relatif normal. Mereka berlatih setiap hari, menikmati fasilitas hotel, hingga menonton film bersama di bioskop hotel.
Salah satu tayangan yang menarik perhatian adalah dokumenter mengenai keberhasilan Irak menjuarai Piala Asia 2007. Setelah pemutaran film tersebut, Amir Ghalenoei meminta para pemain menjadikannya inspirasi tentang pentingnya persatuan dalam menghadapi situasi sulit.
Ghalenoei sendiri merupakan sosok istimewa bagi sepak bola Iran. Ia menjadi pelatih lokal pertama yang memimpin Iran di Piala Dunia setelah empat edisi sebelumnya ditangani pelatih asing.
Meski menerapkan sesi latihan intensif, suasana di dalam skuad tetap santai. Para pemain berusaha menjaga fokus mereka hanya pada sepak bola dan menjauh dari berbagai persoalan di luar lapangan.
Peran Pemain Senior Menjaga Persatuan Tim
Salah satu figur penting dalam menjaga suasana tim adalah Alireza Jahanbakhsh. Mantan pemain Brighton itu berpeluang mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional pada turnamen kali ini.
Jahanbakhsh mengakui bahwa kondisi yang dihadapi tim tidak mudah. Namun ia bersama para pemain senior lain seperti Ehsan Hajsafi dan Mehdi Taremi berupaya memastikan ruang ganti tetap solid.
"Jika seseorang mengatakan kepada saya saat berusia 12 tahun bahwa 20 tahun kemudian saya akan bermain di Piala Dunia keempat, saya pasti akan tertawa," kata Jahanbakhsh.
Menurutnya, para pemain terus diingatkan untuk tidak terlalu memikirkan situasi di luar kendali mereka.
"Kami terus mengatakan kepada para pemain bahwa apa pun yang terjadi di luar tidak bisa kami kendalikan. Yang bisa kami kendalikan adalah tim ini, kebersamaan, dan hubungan antara pemain serta staf," ujarnya.
Ia bahkan mengaku terkejut melihat eratnya hubungan antarpemain di tengah situasi yang sulit.
Salah satu figur penting dalam menjaga suasana tim adalah Alireza Jahanbakhsh. Mantan pemain Brighton itu berpeluang mencatatkan penampilan ke-100 bersama tim nasional pada turnamen kali ini.
Jahanbakhsh mengakui bahwa kondisi yang dihadapi tim tidak mudah. Namun ia bersama para pemain senior lain seperti Ehsan Hajsafi dan Mehdi Taremi berupaya memastikan ruang ganti tetap solid.
"Jika seseorang mengatakan kepada saya saat berusia 12 tahun bahwa 20 tahun kemudian saya akan bermain di Piala Dunia keempat, saya pasti akan tertawa," kata Jahanbakhsh.
Menurutnya, para pemain terus diingatkan untuk tidak terlalu memikirkan situasi di luar kendali mereka.
"Kami terus mengatakan kepada para pemain bahwa apa pun yang terjadi di luar tidak bisa kami kendalikan. Yang bisa kami kendalikan adalah tim ini, kebersamaan, dan hubungan antara pemain serta staf," ujarnya.
Ia bahkan mengaku terkejut melihat eratnya hubungan antarpemain di tengah situasi yang sulit.
Persiapan Panjang dan Dukungan FIFA
Mayoritas pemain Iran sudah menjalani pemusatan latihan dalam waktu yang sangat panjang. Sebanyak 17 dari 26 pemain berasal dari klub-klub domestik dan telah berkumpul sejak awal April setelah kompetisi lokal dihentikan.
Sebelumnya mereka sempat memainkan laga uji coba melawan Nigeria dan Kosta Rika pada Maret. Setelah itu sebagian besar pemain lokal kembali menjalani kamp latihan di Teheran sebelum berkumpul lagi di Antalya.
Pada periode tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat mengunjungi kamp Iran dan menyaksikan laga melawan Kosta Rika. Kehadirannya disebut memberikan dorongan moral yang besar bagi tim.
Menurut salah satu pejabat Iran, FIFA berulang kali meyakinkan bahwa Iran tetap dianggap sebagai peserta penting dalam turnamen dan akan mendapatkan dukungan yang diperlukan untuk tampil di Piala Dunia.
Selain itu, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom juga menggelar pertemuan dengan Presiden FFIRI Mehdi Taj pada Mei lalu untuk membahas berbagai persoalan logistik dan protokol menjelang turnamen.
Bosen kalah Terus Ayo Bos ku Di KAPALJUDI Selalu Ada Kemenangan Bergabung Sekarang Juga 1 USER ID UNTUK SEMUA JENIS PERMAINAN.
BANYAK HOT PROMO DI KAPAL JUDI
INFO SELENGKAPNYA :
LINK : CLICK DISINI
WHATSAPP OFFCIAL : CLICK DISINI
TELEGRAM : CLICK DISINI
TWITER : CLICK DISINI
Bosen kalah Terus Ayo Bos ku Di KAPALJUDI Selalu Ada Kemenangan Bergabung Sekarang Juga 1 USER ID UNTUK SEMUA JENIS PERMAINAN.
BANYAK HOT PROMO DI KAPAL JUDI
INFO SELENGKAPNYA :
LINK : CLICK DISINI
WHATSAPP OFFCIAL : CLICK DISINI
TELEGRAM : CLICK DISINI
TWITER : CLICK DISINI
KAPAL JUDI merupakan situs taruhan online yang telah diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia sebagai BANDAR BOLA dan menyediakan berbagai jenis game seperti CASINO GAME, SLOT ONLINE, TOGEL ONLINE, FISH dan berbagai permainan kartu yang tidak ada dua-nya alias terbaik. Situs ini juga dikenal sebagai dengan situs dengan pasaran SPORTSBOOK terbaik dan permainan SLOT yang memiliki tingkat akurasi KEMENANGAN atau WINRATE yang sangat tinggi hingga mencapai 98.42%. FREESPIN, SCATTER, WILD CARD dan JOKER semua mudah didapatkan dengan bermain disini.




Komentar
Posting Komentar